Saturday, August 24, 2013

Pesanan Buat KEKASIH

Lembutmu tak bererti
Kau mudah dijual beli
Kau mampu menyaingi lekaki dalam berbakti..
Lembut bukan hiasan
Bukan jua kebanggaan 
Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati

Disebalik bersih wajahmu
Disebalik tabir dirimu
Ada rahsia agung tersembunyi dalam diri
Itulah sekeping hati
Yang takut pada Illahi
Memegang pada janji mengabdikan diri

Malumu mahkota yang tidak perlukan singgahsana 
Tetapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
Wahai puteriku sayang
Kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya 

satu lirik lagu yang sangat tersentap bila mendengarnya....
satu lirik lagu yang sangat menyatakan pesanan kita sebagai wanita...
satu lirik lagu yang sangat mengingatkan setiap wanita...

semoga lirik lagu nie dapat mengubah semua wanita kearah yang lebih baik....
menjaga perasaan malu....menjaga diri dan nama....
kaum yang amat berharga dan menyempurnakan....
wanita...marilah berubah... ^_^
 #teamhijrah

Saturday, February 23, 2013

Permata Yang Dicari


Suatu hari ana ad bkk satu laman web dan terdengar lagu ni...sebak ana dgr lgu nie dan hati ana terus menyuruh jari ni mencari lirik lagu yang amat mendalam maksudnya ni...so ana dpt cari berkat bantuan Allah melalui sahabat ana...hayatilah lirik lagu ni...
^_^

Hadirnya tanpa kusedari
Menggamit kasih cinta bersemi
Hadir cinta insan padaku ini
Anugerah kurniaan Ilahi

Lembut tutur bicaranya 
Menarik hatiku untuk mendekatinya
Kesopanannya memikat di hati
Mendamaikan jiwaku yang resah ini

Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu

Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu

Ya Allah 
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu

dendam "_",

Assalamualaikum....haa...perghh...lama jugk ana xupdate blog ana nie...setelah sekian lama menyibukkan diri dengan hal2 yang lebih penting dlu,hari ni,alhamdulillah ana diberi kesempatan untuk menambah entri pada blog ana yang xseberapa nie..hari ni ana nk kgsikan tentang dendam dan cara untuk menghapuskan dendam tersebut...entri ni disarikan dari risalah "Qaa`idatun fish shabri" Karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah -rahimahullah-, "Jaami'ul Masaa`il" vol. 1, hal. 177-181] (Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa, Lc)

Berikut adalah sejumlah kesadaran yang dapat kita hadirkan dalam hati kita saat seseorang telah berprilaku buruk kepada kita, agar tidak ada dendam yang berkembang dalam hati.


- Ingatlah bahwa perbuatan orang itu kepada kita tidak keluar dari kehendak Allah. Allah menginginkannya itu terjadi dan ada hikmah dibalik itu.

- Ingatlah dosa-dosa kita. Karena tidaklah keburukan menimpa kita melainkan karena sebab dosa-dosa kita. Sibuklah dengan tobat dan istighfar, dari pada sibuk mencela dan mencari-cari cara untuk membalasnya.

- Ingatlah pahala yang sungguh besar bagi orang yang mau memaafkan dan bersabar. “Barangsiapa yang memberi maaf dan melakukan kebaikan, maka pahalanya di sisi Allah.” (QS. Asy Syuuraa: 40)

- Ingatlah bahwa memaafkan dan berbuat baik akan membuat hati kita bersih dari keinginan-keinginan buruk, hasad dan dendam. Dengan itu hati akan merasakan kelezatan yang jauh lebih lezat dari kelezatan melampiaskan dendam.

- Ingatlah bahwa dendam akan membuat jiwa menjadi hina, sedangkan memaafkan akan membuat jiwa menjadi mulia. “Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan sikap memaafkan melainkan kemuliaan” (HR Muslim)

- Ingatlah bahwa balasan yang kita akan dapatkan sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan. Kita pun pasti pernah berbuat zalam dan dosa. Jika kita memaafkan, Allah pun akan memaafkan kita.

- Ingatlah bahwa menyibukkan diri dengan dendam akan menghabiskan waktu dan membuat hati menjadi tidak fokus. Sehingga banyak hal-hal bermanfaat kita lewatkan. Maka jangan sampai musibah lebih besar menimpa kita.

- Ingatlah bahwa Rasulullah tidak pernah sekali pun dendam karena urusan pribadinya. Jika itu terjadi kepada orang yang paling mulia, bagaimana dengan kita?

- Ingatlah bahwa sabar adalah setengah dari keimanan. Jika kita bersabar, maka kita berarti sedang menjaga keimanan kita.

- Ingatlah bahwa dengan bersabar berarti kita telah mengalahkan dan mengendalikan jiwa kita. Karena jiwa yang tidak dapat kita taklukan akan mengajak kita pada kebinasaan.

- Ingatlah bahwa jika kita bersabar, maka Allah pasti akan menolong kita.

- Ingatlah jika kita bersabar, maka itu akan menjadi sebab orang yang telah berbuat zalim kepada kita menyesal dengan tindakannya, malu dan bisa jadi malah mencintai kita, setelah sebelumnya membenci kita. “Balaslah keburukan itu dengan yang labih baik, maka tiba-tiba orang yang tadinya antara kamu dan dia ada permusukan, menjadi seolah-olah seperti teman yang dekat.” (QS. Fushilat: 34)

- Ingatlah bisa jadi jika kita membalas perbuatan buruknya kepada kita, hal itu akan membuatnya semakin bertambah buruk.

- Ingatlah bahwa orang yang biasa mendendam, ia pasti akan terjerumus pada kezaliman. Karena jiwa sulit untuk berbuat adil.

- Ingatlah bahwa kesabaran itu akan menjadi penggugur dosa kita atau pengangkat derajat kita. Dan itu tidak akan kita dapatkan jika kita tidak bersabar dan melampiaskan dendam.

- Ingatlah bahwa sabar dan tidak membalas adalah kebaikan yang akan melahirkan kebaikan yang lain, dan kebaikan itu akan melahirkan kebaikan lagi dan begitu seterusnya. Karena diantara balasan kebaikan itu adalah kebaikan berikutnya

renungan untuk yang ingin menyedarkan diri ~


KISAH IBLIS BERTEMU DENGAN RASULULLAH

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:

"Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan memerlukanku. "
Rasulullah bersabda : "Tahukah kalian siapa yang memanggil?"
Kami menjawab : "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."
Beliau melanjutkan, "Itu iblis, laknat Allah bersamanya."

Umar bin Khattab berkata: "Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"
Nabi menahannya :" Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, fahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu Abbas RA berkata: Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang tua yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi..

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad.... Salam untukmu para hadirin..."
Rasulullah SAW lalu menjawab : "Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu? "
Iblis menjawab : "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemahuanku, namun kerana terpaksa."

"Siapa yang memaksamu? "
"Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:

"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."

"Oleh kerana itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

ORANG YANG DIBENCI IBLIS

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"
Iblis segera menjawab: " Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya? "
"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT." 

"Lalu siapa lagi?"
"Orang Alim dan wara'"

" Lalu siapa lagi?"
"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."
"Apa tanda kesabarannya? "
" Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang - orang yang sabar."

"Selanjutnya apa?"

"Orang kaya yang bersyukur."
"Apa tanda kesyukurannya ?"
"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya ."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. "

"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya ."

"Ali bin Abi Thalib?"
" Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mahu melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

AMALAN YANG DAPAT MENYAKITI HATI IBLIS

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak solat?"
"Aku merasa panas dingin dan gementar. "

"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 darjat."
"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka ."
"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila. "
"Jika ia membaca al-Quran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."
"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."
"Mengapa jadi begitu? "

"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya... Iaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."
"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"
"Taubat orang yang bertaubat."
"Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."
"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam. "
"Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Solat fajar(subuh)."
"Apa yang dapat memukul kepalamu? "
"Solat berjamaah."
"Apa yang paling mengganggumu? "
"Majlis para ulama."
"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan jariku."
"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."


MANUSIA YANG MENJADI TEMAN IBLIS

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"

"Pemakan riba."
"Siapa sahabatmu?"
"Penzina."
"Siapa teman tidurmu?"
"Pemabuk.."
"Siapa tetamumu? "
"Pencuri."
"Siapa utusanmu?"
"Tukang sihir."
"Apa yang membuatmu gembira?"
"Bersumpah dengan cerai."
"Siapa kekasihmu? "
"Orang yang meninggalkan solat jumaat"
"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? "
"Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja."
Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. "

Iblis segera menimpali :" Tidak , tidak.. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau boleh berbahagia dengan umatmu, sementara aku boleh masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak boleh melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang boleh membaca dan tidak boleh membaca, yang durjana dan yang soleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas." 

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku boleh pastikan bahawa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

IBLIS DIBANTU OLEH 70000 ANAK-ANAKNYA

Tahukah kamu Muhammad, bahawa aku mempunyai 70000 anak.. Dan setiap anak memiliki 70000 syaitan.

Sebahagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebahagian untuk menggangu anak - anak muda, sebahagian untuk menganggu orang - orang tua, sebahagian untuk menggangu wanita - wanita tua, sebahagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada solat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu solat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia khabarkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaitan juga berkata, "Keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya.

Mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? Bahawa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah makhluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahawa aku benar-benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan isterinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya kerana satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka lalai semasa solat. Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia solat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu',
Dia pun menoleh. Pada masa itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'solatmu tidak sah'.
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam solatnya akan dipukul.

Jika ia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun solat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia solat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahawa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keldai.

Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga dia menguap dalam solat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan diapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan solat. Aku katakan padanya, 'kamu tidak wajib solat, solat hanya wajib untuk orang yang berkemampuan dan sihat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau solat.'

Dia pun mati dalam kekafiran. Jika dia mati sambil meninggalkan solat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?
  
10 PERMINTAAN IBLIS KEPADA ALLAH

"Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?"

"10 macam"
Apa saja?"
Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. 

Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji syaitan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah, maka syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.
Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan bilik mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara - saudara syaitan. " (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku boleh melihat manusia sementara mereka tidak boleh melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, "Silakan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "Wahai muhammad, aku tak bolej menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya boleh membisikan dan menggoda."
 Jika aku boleh menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.
 Sebagaimana dirimu, kamu tidak boleh memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
 Jika kau boleh memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.
 Kau hanya boleh menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
 Rasulullah SAW lalu membaca ayat : "Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT " (QS Hud :118 - 119)

Juga membaca, " Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata : " Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong."


Artikel Berkaitan : Kisah Syaitan dengan Nabi Muhammad s.a.w

#DIKUTIP DARI SYAJARATUL KAUN, DOKTRIN TENTANG PRIBADI MANUSIA PILIHAN, MUHAMMAD SAW, YANG DITULIS OLEH ASY-SYAIKH AL-AKBAR MUHYIDIN IBNU ARABI ABDULLAH MUHAMMAD BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN AHMAD BIN ALI AL-HATIMI ATH-THA'I AL-ANDALUSIA), 17 RAMADHAN 560 H - 22 RABI'UTS-TSANI 638 H

Thursday, January 31, 2013

Cemburu?kenapa wanita?

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

     Hari ini,ana nak kongsikan dengan sume tentang cemburu...ramai diantara kita yang tahu apa itu cemburu...dan sudah menjadi kebiasaan bagi kita untuk kaitkan perasaan ini terhadap kaum hawa...memang betul rasa cemburu ataupun Al-Ghirah merupakan fitrah dasar pada diri wanita yang mengalir dalam diri mereka dan berjalan di aliran darahnya...maka wanita muslimah haruslah menjaga fitrah ini agar tidak terlumuri gangguan dan bisikan-bisikan iblis laknatullah...

     Wanita harus mengekangnya dengan tali iman dan membelenggunya dangan ikatan takwa,agar rasa cemburu tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang baik sehingga mereka boleh mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti...Namun,jika seseorang wanita memberi angin dan membuka peluang ini pada rasa cemburu, maka mereka akan berhadapan dengan risiko yang tidak terjangka dimana syaitan/iblis laknatullah akan mengheretnya/mengundang kepada kemurkaan Allah SWT...
    Kemudian,mereka-mereka ini lebih suka berdusta, melakukan kezaliman, melanggar kehormatan diri mereka sendiri dan menyebarkan pelbagai jenis fitnah yang berpanjangan...Jika ada yang sudah berumahtangga,semestinya institusi kekeluargaan tersebut tidak akan bertahan lama kerana kehidupan mereka diselimuti penderitaan, kezaliman dan macam-macam lagi bentuk keburukan dari sifat-sifat mazmumah...
     Tetapi,cemburu tidak akan muncul kecuali ada rasa cinta dan kasih antara sesama insan...Selagi cinta itu kuat,maka tahap kecemburuan wanita terhadap suaminya juga bertambah kuat...maka,cemburu boleh di bahagikan kepada dua bahagian yang mengikut syariat iaitu :

1. Cemburu yang terpuji
     Cemburu ini adalah cemburu yang sangat sesuai dengan Kitab Allah dan sunnah Rasulullah SAW...antara contoh-contoh yang terpuji adalah :
a) Cemburu terhadap hal-hal yang diharamkan Allah SWT seperti:
 - cemburu terhadap kehormatan; orang mukmin haruslah cemburu terhadap anggota keluarganya jika salah seorang di antara mereka yang mengotori kemuliaan atau kehormatan diri...
Rasulullah SAW bersabda: "Tiga orang yang tidak akan masuk syurga adalah orang yang derhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang tidak cemburu terhadap kehormatan dan wanita yang menyerupai lelaki..." (HR. A-Bazzar) 
Maksud cemburu terhadap kehormatan disini adalah suami yang tidak mengendahkan isteri mereka yang tidak menjaga kehormatan diri seperti memakai pakaian yang tidak menutup aurat.wallahualam...

b) Cemburu terhadap waktu
   - cemburu terhadap waktu juga salah satu cemburu yang terpuji kerana bagi ahli ibadah, waktu merupakan sesuatu yang amat berharga dan amat bernilai kerana waktu tidak akan pernah kembali apabila berlalu. Mereka akan berasa cemburu jika kehilangan waktu/terlepas waktu kerana bila sekali sahaja mereka kehilangan waktu, mereka tidak akan dapat kembali lagi...contoh paling mudah adalah jika mereka terlewat untuk solat berjemaah,tentu sekali mereka akan rasa menyesal kerana terlepas peluang untuk mendapatkan pahala berjemaah...wallahualam..

2. Cemburu yang tercela
        Cemburu ini adalah jenis cemburu yang berasaskan jiwa yang kotor atau yang tidak dikekang oleh ketentuan syariat...jadi dalam jenis ini lah kadang kala manusia akan terjerumus kearah kebinasaan...antara contoh-contoh cemburu yang tercela adalah seperti:

   - Apabila seorang suami berasa cemburu berlebih-lebhan terhadap isterinya sehingga menimbulkan buruk sangka yang tidak dapat dibendung lagi...Selain itu, cemburu isteri terhadap suaminya yang berlebihan dan tidak kena pada tempatnya juga boleh mengundang keruntuhan institusi kekeluargaan dan menyeretnya kepada perbuatan dosa dan maksiat seperti ghibah, mengadu domba, dengki, iri hati dan sewaktu dengannya..wallahualam...

sekian saja untuk entri kali ini...renung2kanlah dan selamat beramal... ^_^

Friday, January 18, 2013

Haa...jom solat dhuha! ^_^


 Assalamualaikum..hari ni,ana nak ceritakan tentang  solat dhuha...
Dhuha menurut ahli fekah adalad waktu di antara ketika matahari mulai naik sehingga ketika condong/hilang..So, solat dhuha adlah solat sunat yang dilakukan/dikerjakan pada waktu tu la...

HUKUM SOLAT DHUHA
Pandangan para ulamak tentang hukum mengerjakan solat Dhuha adalah seperti berikut:

1.      Sunat secara mutlak dan dikerjakan setiap hari

2.      Sunat namun tidak didirikan setiap hari secara berterusan.

3.      Tidak disunatkan.
4.      Ianya disunatkan kerana faktor tertentu seperti bagi mereka yang tertinggal mengerjakan solat Qiyam al-Lail maka digantikan solat tersebut dengan mengerjakan solat pada waktu dhuha.



Pendapat yang paling tepat serta dipegang oleh jumhur ulamak adalah solat Dhuha termasuk amal sunatmu’akkadah dan dianjurkan untuk diamalkan secara rutin. Ini adalah kerana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamselalu mengerjakannya, menganjurkan para sahabat untuk mengerjakannya malah baginda pernah mewasiatkan perlaksanaannya kepada beberapa sahabat. Daripada Abu Hurairah radhiallahu’ anh, dia berkata:



أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ


صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَام.َ


Maksudnya:

Kekasihku shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan sehingga akhir hayatku; berpuasa tiga hari setiap bulan (hijrah), mengerjakan dua rakaat solat Dhuha dan mengerjakan solat Witir sebelum tidur – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Shaum, no: 1981.



Walaupun wasiat ini ditujukan kepada seorang sahabat tetapi anjuran tersebut merangkumi untuk seluruh umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali sekiranya terdapat lafaz yang menunjukkan ianya sememangnya khusus untuk sahabat tersebut. Ternyata lafaz tersebut berbentuk umum apatah lagi baginda juga pernah mewasiatkan perkara yang sama kepada Abu Darda’radhiallahu’ anh, dia berkata:



أَوْصَانِي حَبِيبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ لَنْ أَدَعَهُنَّ مَا عِشْتُ


بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلاَةِ الضُّحَى وَبِأَنْ لاَ أَنَامَ حَتَّى أُوتِرَ.


Maksudnya:

Kekasihku shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan sehingga akhir hayatku; berpuasa tiga hari setiap bulan (hijrah), mengerjakan solat Dhuha dan tidak tidur sebelum  mengerjakan solat Witir. – Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, KitabSholaatul Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 722.



  KEUTAMAAN MENGERJAKAN SOLAT DHUHA
·         Ianya Amalan Berbentuk Sedekah
Bagi setiap anggota sendi serta ruas-ruas tulang perlu mengeluarkan sedekah bagi menunjukkan ketaatan kita kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala. Justeru itu solat Dhuha adalah amalan yang dapat menunaikan tanggung jawab tersebut. Daripada Abu Dzarr radhiallahu’ anh, daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, baginda bersabda:



يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ


وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ


وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى.


Maksudnya:

Bagi tiap-tiap ruas dari anggota tubuh salah seorang di antara kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi hari. Setiap tasbih (Subhaanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (Laa Ilaaha Illallah) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik juga sedekah, dan mencegah kemungkaran juga sedekah. Dan semua itu boleh diganti dengan dua rakaat solat Dhuha. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qashruha, no: 720.


  Allah Memberi Rezeki Yang Cukup Sepanjang Siang Hari
Bagi mereka yang mengerjakan solat Dhuha Allah Subhanahu wa Ta’ala sentiasa mencukupkan segala keperluan seseorang sepanjang siang hari. Daripada Nu’aim bin Hammar, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda Allah Azza Wa Jalla berfirman:



يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِي مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِي أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ.


Maksudnya:

Wahai anak Adam, janganlah engkau sampai tertinggal untuk mengerjakan solat empat rakaat pada permulaan siang (waktu Dhuha), nescaya Aku akan memberi kecukupan kepadamu sampai akhir siang. - Hadis riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunannya, Kitab al-Sholaah, no: 1097.


  Mendapat Pahala Sebagaimana Mengerjakan Haji Dan Umrah
Bagi mereka yang mengerjakan solat Subuh secara berjemaah lalu tetap berada dalam masjid dengan berzikir kepada Allah dan mengerjakan solat Dhuha pada awal terbitnya matahari maka dia mendapat pahala seperti mengerjakan haji dan umrah. Daripada Anas radhiallahu’ anh, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ


ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ.


Maksudnya:

Barangsiapa mengerjakan solat Subuh secara berjemaah lalu sesudah itu dia tetap duduk (di masjid) untuk berzikir kepada Allah sehingga matahari terbit (dan meninggi), kemudian solat (Dhuha) dua rakaat maka dia akan mendapat pahala sebagaimana pahala haji dan umrah. Dia berkata (Anas), Rasulullah bersabda: Yang sempurna, Yang Sempurna, Yang Sempurna. – Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab al-Jumu’ah,no: 535.


   Ia Solat Bagi Orang Yang Bertaubat
Solat Dhuha adalah termasuk bagi solat untuk orang-orang yang bertaubat (Sholat Awwabin). Daripada Zaid bin Arqam bahawasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju tempat Ahli Quba’ yang ketika itu mereka sedang mengerjakan solat Dhuha. Baginda lalu bersabda:



صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ.
Maksudnya:

Solat Awwabin (orang-orang yang taubat) dilakukan pada saat teriknya matahari. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 748.


  TATACARA PERLAKSANAAN SOLAT DHUHA
·          Waktu Mengerjakan Solat Dhuha
Waktu untuk mengerjakan solat Dhuha adalah sewaktu matahari mulai naik iaitu sebaik sahaja berakhirnya waktu yang diharamkan solat setelah solat Subuh (12 minit setelah matahari terbit atau untuk lebih berhati-hati laksanakannya setelah 15 minit) sehingga sebelum matahari condong atau tergelincir ketika tengahari (10 minit sebelum masuk waktu Zuhur atau untuk lebih berhati-hati laksanakannya sebelum 15 minit). Menurut Syaikh al-‘Utsaimin di dalam Asy-Syarhul Mumti’:



Jika demikian, waktu solat Dhuha dimulai setelah keluar dari waktu larangan solat pada awal siang hari (pagi hari) sampai adanya larangan saat tengah hari.Namun demikian waktu yang afdal adalah pada saat matahari panas terik. Demikian adalah dalil-dalil tentang waktu mengerjakan solat Dhuha:



Daripada Anas radhiallahu’ anh, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ


ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ.


Maksudnya:

Barangsiapa mengerjakan solat Subuh secara berjemaah lalu sesudah itu dia tetap duduk (di masjid) untuk berzikir kepada Allah sehingga matahari terbit (dan meninggi), kemudian solat (Dhuha) dua rakaat…– Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab al-Jumu’ah, no: 535.



Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:



صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ.
Maksudnya:

Solat Awwabin (orang-orang yang taubat) dilakukan pada saat teriknya matahari. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qashruha, no: 748.



 Jumlah Rakaat Solat Dhuha
Jumlah rakaat solat Dhuha paling minimal adalah dua rakaat dan ia boleh dikerjakan tanpa batasan jumlah rakaat yang tertentu. Sebelum ini penulis telah memaparkan hadis-hadis berkaitan solat Dhuha yang dilaksanakan dengan dua dan empat rakaat. Berikut adalah dalil yang menunjukkan ianya juga boleh dikerjakan dengan sebanyak enam, lapan dan dua belas rakaat.



Daripada Anas bin Malik radhiallahu’ anh bahawasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan solat Dhuha sebanyak enam rakaat – Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dalam kitab al-Syamaail, Bab Sholat al-Dhuha, no: 273.



أُمِّ هَانِئٍ فَإِنَّهَا قَالَتْ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ بَيْتَهَا يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ


فَاغْتَسَلَ وَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ.


Maksudnya:

Daripada Ummu Hani’, dia berkata: Pada masa pembebasan kota Makkah, dia bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika baginda berada di atas tempat tertinggi di Makkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beranjak menuju tempat mandinya lalu Fathimah memasang tabir untuk baginda. Selanjutnya Fathimah mengambilkan kain dan menyelimutkannnya kepada baginda. Setelah itu baginda mengerjakan solat Dhuha sebanyak lapan rakaat – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Tahajjud, no: 1176.



Di dalam Fathul Baari al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah telah membawa sebuah riwayat seperti dibawah:



وَعِنْد اَلطَّبَرَانِيّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي اَلدَّرْدَاءِ مَرْفُوعًا مَنْ صَلَّى اَلضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُكْتَبْ مِنْ اَلْغَافِلِينَ ,


وَمَنْ صَلَّى أَرْبَعًا كُتِبَ مِنْ اَلتَّائِبِينَ , وَمَنْ صَلَّى سِتًّا كُفِيَ ذَلِكَ اَلْيَوْمَ ,


وَمَنْ صَلَّى ثَمَانِيًا كُتِبَ مِنْ اَلْعَابِدِينَ , وَمَنْ صَلَّى ثِنْتَيْ عَشْرَة بَنَى اَللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي اَلْجَنَّةِ


Maksudnya:

Dalam riwayat al-Thabarani daripada hadis Abu Darda’ secara marfu’ disebutkan: Barangsiapa solat Dhuha dua rakaat, maka tidak ditulis sebagai orang-orang lalai, barangsiapa solat Dhuha empat rakaat maka ditulis sebagai orang-orang yang bertaubat, barangsiapa solat Dhuha enam rakaat, maka dicukupkan untuknya pada hari itu, barangsiapa solat Dhuha lapan rakaat, maka ditulis dalam golongan ahli Ibadah, dan barangsiapa solat Dhuha dua belas rakaat maka dibangunkan untuknya rumah di syurga. – rujuk Fathul Baari, jilid 6, ms. 349 ketika al-Hafidz mensyarah hadis Shahih al-Bukhari no: 1176. Namun status hadis ini diperselisihkan olah para ulamak hadis. Musa bin Ya’qub al-Zami’i yang terdapat dalam sanad hadis ini telah didha’ifkan oleh Ibnu al-Madini namun dinilaitsiqah pula oleh Ibnu Ma’in dan Ibnu Hibban. Al-Hafidz sendiri berkata sanad hadis ini lemah namun diperkuatkan oleh hadis Abu Dzar yang diriwayatkan oleh al-Bazzar hanya sahaja sanadnya juga lemah dan apa yang lebih tepat hadis inidha’if. Wallahu’alam.



Berkaitan dengan dalil yang menunjukkan jumlah rakaat solat Dhuha ini tidak ada batasan yang tertentu adalah:



مُعَاذَةُ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا:


كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي صَلاَةَ الضُّحَى؟


قَالَتْ: أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ.


Maksudnya:

Daripada Mu’adzah, dia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah: Berapa rakaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan solat Dhuha?

Dia menjawab: Sebanyak empat rakaat lalu baginda menambahnya lagi menurut yang dia kehendaki. - Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Sholaatil Musaafiriin wa Qashruhaa, no: 719.



  Ringkasan Tatacara Mengerjakan Solat Dhuha


Rakaat Pertama

1)            Berniat di dalam hati untuk mengerjakan solat Dhuha

2)            Takbiratul Ihram

3)            Doa Iftitah

4)            Membaca surah al-Fatihah

5)            Membaca Surah al-Qur’an

6)            Rukuk

7)            Iktidal

8)            Sujud

9)            Duduk antara dua sujud

10)          Sujud kali kedua

11)          Bangun untuk rakaat kedua



Rakaat Kedua

1)            Ulang seperti rakaat pada pertama dari nombor (4) hingga (10)

2)            Duduk untuk tahiyyat akhir

3)            Memberi salam ke kanan dan ke kiri

haa...sebelum ana tamatkan entri ana utk kali ni,kat sini ana nk kgsikan video doa dhuha...bukan ana nk ckp pe la,tp jujur ana katakan yang ana dpt hafal doa dhuha melalui video ni la walaupun tiap2 hari ad keluar kat radio...smangat kowt download video nie...haa,so...fikir2kan lah dan selamat beramal...ngee~
video

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...